BISNIS.HOTNEWS.ID - Gelombang panas ekstrem dengan suhu udara yang mendekati rekor tertinggi telah memaksa beberapa negara Eropa mengambil langkah-langkah mitigasi darurat. Tindakan preventif ini mencakup pembatasan sosial hingga peringatan cuaca tingkat tinggi demi keselamatan publik.

Di Prancis, sebagai respons langsung terhadap lonjakan suhu, diberlakukan larangan parsial untuk mengonsumsi alkohol di area publik. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan di tengah prediksi suhu yang sangat membakar di berbagai wilayah.

Pemerintah Prancis memperkirakan bahwa sebanyak 35 dari total 96 wilayah administratif mereka akan memasuki status waspada merah untuk gelombang panas pada hari Minggu (21/6). Situasi ini menunjukkan tingkat keparahan dampak cuaca panas yang melanda negara tersebut.

Suhu udara di wilayah barat daya Prancis, sekitar Paris, dan Burgundy diprediksi akan mencapai antara 39 hingga 40 derajat Celsius. Bahkan, beberapa titik lokal diperkirakan bisa melampaui batas ekstrem hingga mencapai 41 derajat Celsius.

Menindaklanjuti situasi tersebut, Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengumumkan kebijakan pelarangan total konsumsi alkohol pada hari Minggu. Keputusan ini berlaku selama perayaan festival tahunan Fete de la Musique dan acara publik lainnya di 35 wilayah yang ditetapkan waspada merah.

Meskipun ada pembatasan, otoritas di ibu kota Perancis, Paris, mengambil langkah humanis dengan memerintahkan semua taman kota tetap dibuka selama 24 jam penuh. Tujuannya adalah menyediakan tempat berlindung yang lebih sejuk bagi warga yang membutuhkan perlindungan dari panas menyengat.

Sementara itu, di Jerman, peringatan cuaca panas juga telah diberlakukan di sebagian besar wilayah, dengan suhu udara diperkirakan mendekati ambang batas 38 derajat Celsius. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat setempat.

Dilansir dari Reuters, Badan Meteorologi Jerman (DWD) mengeluarkan peringatan penting mengenai potensi bahaya cuaca. "Kombinasi antara suhu panas dan kelembapan yang tinggi berpotensi memicu badai petir yang parah," ujar perwakilan DWD.

Di negara tetangga, Italia, peningkatan suhu udara yang diperkirakan mencapai 36 hingga 37 derajat Celsius mulai berdampak signifikan pada rutinitas harian dan sektor pariwisata. Aktivitas luar ruangan di banyak kota besar mulai disesuaikan.