BISNIS.HOTNEWS.ID - Wacana mengenai pergeseran fokus pembangunan ekonomi nasional mulai mengemuka dalam forum akademik di Kepulauan Riau. Hal ini didasari oleh evaluasi bahwa perhatian pemerintah selama ini cenderung terlalu berpusat pada kawasan selatan Indonesia, khususnya Bali sebagai magnet pariwisata utama.

Ketua Fraksi PKS MPR RI, Tifatul Sembiring, menjadi inisiator utama dari gagasan strategis ini. Ia menyoroti bahwa wilayah utara Indonesia memiliki potensi ekonomi yang belum tergarap secara maksimal dan sepadan dengan kawasan selatan.

Potensi ekonomi di kawasan utara tersebut mencakup tiga sektor utama yang dinilai sangat menjanjikan bagi pertumbuhan Republik Indonesia. Sektor-sektor tersebut meliputi pariwisata, perdagangan internasional, dan layanan jasa yang strategis.

Guna merealisasikan potensi tersebut, Tifatul Sembiring secara resmi mengajukan sebuah konsep baru yang ia namakan sebagai strategi 'Ekonomi Utara'. Konsep ini dirancang sebagai langkah inovatif untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Wacana ini disampaikan beliau saat menghadiri acara penting di Batam, Kepulauan Riau. Acara tersebut merupakan Lokakarya Akademik Fraksi PKS MPR RI yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2026.

Tema sentral dari lokakarya tersebut adalah "Membedah Potensi Ekonomi Karimun Kepulauan Riau," yang semakin menguatkan urgensi fokus pada wilayah utara Indonesia. Lokasi ini dipilih karena Karimun merupakan salah satu pintu gerbang maritim penting di utara Nusantara.

Tifatul Sembiring menggarisbawahi cakupan geografis penting yang harus menjadi fokus pengembangan Ekonomi Utara ini. Wilayah tersebut membentang luas dari ujung barat hingga timur Indonesia bagian utara.

Ia menyebutkan bahwa wilayah-wilayah kunci dalam strategi ini adalah Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Papua. Wilayah-wilayah ini memiliki akses langsung ke jalur perdagangan vital.

"Kawasan Utara memiliki potensi ekonomi yang besar dari sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa," ujar Tifatul Sembiring.