BISNIS.HOTNEWS.ID - Hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) menunjukkan tren penguatan yang signifikan dalam berbagai sektor strategis. Fokus utama kemitraan ini meliputi bidang investasi, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan infrastruktur di Indonesia.
Kerja sama yang semakin erat ini termanifestasi melalui berbagai forum bilateral yang diadakan kedua negara. Upaya bersama ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak.
Komitmen kuat mengenai peningkatan kerja sama ekonomi ini kembali ditegaskan dalam sebuah pertemuan penting pada hari Rabu (10/6) di Jakarta. Pertemuan tersebut mempertemukan pejabat tinggi dari kedua negara.
Pihak Indonesia diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Sementara itu, delegasi UEA dipimpin oleh Duta Besar (Dubes) UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri.
Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Abdulla Salem Al Dhaheri turut didampingi oleh Chief Strategy Officer (CSO) dari Louis Dreyfus Company (LDC), Thomas Couteaudier. Kehadiran perwakilan bisnis global ini menggarisbawahi dimensi investasi dalam kemitraan ini.
Airlangga Hartarto menyambut baik kesediaan UEA dan pelaku usaha internasional untuk memperluas cakupan kerja sama ekonomi di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima publik.
"Indonesia menyambut baik komitmen UEA dan pelaku usaha global seperti Louis Dreyfus Company untuk memperluas kerja sama ekonomi di Indonesia. Kami mendorong peningkatan investasi yang mendukung hilirisasi, ketahanan pangan dan penguatan rantai pasok nasional," ujar Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis tersebut.
Lebih lanjut, pemerintah Indonesia secara spesifik mendorong investasi yang dapat mendukung program hilirisasi sumber daya alam. Selain itu, investasi juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan menguatkan rantai pasok nasional.
Informasi mengenai pertemuan dan komitmen bersama ini kemudian dikutip oleh media pada hari Minggu (14/6/2026). Hal ini menunjukkan pentingnya tindak lanjut dari hasil pertemuan bilateral tersebut.