BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menegaskan bahwa isu kelangkaan beras di Indonesia saat ini tidak berdasar. Penegasan ini disampaikan langsung oleh pucuk pimpinan sektor pangan nasional guna menenangkan gejolak di pasar.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga merangkap jabatan sebagai Menteri Pertanian adalah figur utama yang memberikan pernyataan resmi tersebut. Sosok yang dimaksud adalah Andi Amran Sulaiman, yang memegang kendali atas kebijakan ketahanan pangan.

What: Fokus utama dari pernyataan pemerintah adalah menepis kekhawatiran publik mengenai potensi krisis atau kelangkaan pasokan beras di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah menjamin ketersediaan beras tetap terjaga dengan baik.

Who: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi narasumber utama yang menyampaikan perkembangan terkini mengenai cadangan beras nasional. Ia memberikan keyakinan penuh terhadap stabilitas pasokan.

Where: Penegasan ini disampaikan secara tertulis, yang berarti berlaku secara nasional dan menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor distribusi dan perdagangan beras di Indonesia.

When: Pernyataan resmi ini dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian pada hari Minggu, tanggal 14 Juni 2026. Tanggal ini menjadi titik waktu konfirmasi mengenai kondisi stok terkini.

Why: Alasan pemerintah perlu turun tangan adalah untuk mencegah adanya spekulasi harga oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab di tengah isu yang beredar. Tujuannya adalah menjaga daya beli masyarakat.

How: Pemerintah menjamin keamanan stok melalui pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola secara ketat oleh Perum Bulog. Jumlah cadangan saat ini terkonfirmasi sangat besar.

"Stok sekarang 5,3 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka," kata Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (14/6/2026).