BISNIS.HOTNEWS.ID - Di tengah sorotan publik mengenai dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan gejolak pasar modal, muncul perspektif optimis dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Pihak Kemenperin menilai sektor manufaktur vital Indonesia, khususnya industri tekstil dan produk tekstil (TPT), tetap kokoh menghadapi turbulensi ekonomi tersebut.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza, saat melakukan kunjungan kerja ke salah satu pusat industri di Jawa Barat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung kondisi riil berbagai sektor manufaktur yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Lokasi spesifik kunjungan tersebut adalah PT Gajah Angkasa Perkasa, yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Kunjungan ini dilaksanakan untuk mengecek stabilitas dan kesiapan sektor industri, termasuk TPT, di tengah kekhawatiran masyarakat yang meningkat akhir-akhir ini.

Wamenperin Faisol Riza secara tegas membantah anggapan bahwa gejolak mata uang asing memberikan pukulan telak bagi industri dalam negeri. Ia menyoroti bahwa beberapa sektor justru mampu memanfaatkan situasi global yang tidak menentu ini sebagai peluang baru.

Faisol Riza menyampaikan pandangannya mengenai ketahanan sektor industri yang ia amati selama ini. "Belakangan banyak isu bahwa kenaikan mata uang asing dan penekanan rupiah kondisi pasar seolah-olah pengaruhnya besar pada industri," ujar Faisol Riza.

Ia melanjutkan bahwa fundamental industri Indonesia terbukti sangat baik dan mampu menyerap guncangan eksternal yang terjadi. "Tapi, kita tahu bahwa justru sekarang sektor-sektor tertentu mengalami panen peluang," tambahnya.

Penegasan mengenai stabilitas industri disampaikan Wamenperin berdasarkan hasil evaluasi langsung di lapangan. "Kelihatan bahwa industri kita punya fundamental yang baik, dan hampir tidak terpengaruh oleh lemahnya atau tidak stabilnya nilai tukar rupiah maupun pasar modal," jelasnya.

Lebih lanjut, Riza menekankan bahwa industri nasional telah membangun pertahanan yang solid terhadap ketidakpastian ekonomi global. "Saya juga melihat industri nasional kita memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi situasi yang tidak stabil secara global," tutupnya.

Informasi ini disampaikan melalui keterangan tertulis resmi yang diterima media pada hari Jumat, 12 Juni 2026. Hal ini memberikan sinyal positif bagi para pelaku usaha di sektor TPT mengenai prospek jangka menengah mereka.