BISNIS.HOTNEWS.ID - Situasi harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sempat mengalami gejolak signifikan dalam periode sebelumnya. Kondisi ini terjadi di tengah tren kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global.
Faktor lain yang turut memengaruhi fluktuasi harga TBS di tingkat petani adalah penguatan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini turut memberikan tekanan pada nilai jual komoditas perkebunan tersebut.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kini menyampaikan kabar positif mengenai perkembangan harga TBS di lapangan. Ia mengindikasikan bahwa harga di tingkat petani mulai menunjukkan tren perbaikan yang nyata.
Menurut Menteri Pertanian, harga TBS kelapa sawit saat ini telah berangsur kembali ke kondisi normal. Pemulihan ini menjadi angin segar bagi para petani sawit di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, Menteri Amran Sulaiman bahkan memproyeksikan bahwa harga TBS memiliki potensi untuk meningkat lebih tinggi lagi. Ia secara spesifik menyebutkan kemungkinan kenaikan hingga mencapai 10 persen dari harga sebelumnya.
Penyampaian optimisme mengenai pemulihan harga ini dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian. Momen tersebut terjadi saat menghadiri acara penting di wilayah timur Indonesia.
"Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit berangsur membaik dan normal saat ini di tingkat petani," ujar Andi Amran Sulaiman.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertanian kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ini merupakan bagian dari laporan resmi yang disampaikan dalam forum resmi kenegaraan.
Peristiwa penyampaian informasi penting ini dilaksanakan pada acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII tahun 2026. Acara tersebut diselenggarakan di Gorontalo pada hari Rabu, tanggal 24 Juni 2026.