BISNIS.HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan upaya untuk meraih penguatan signifikan pada penutupan perdagangan pekan ini, hari Jumat, 3 Juli 2026. Meskipun sempat menunjukkan tren positif, upaya tersebut akhirnya kandas.
Pergerakan IHSG pada penutupan hari itu tercatat berhasil menguat sebesar 2,28 persen, menempatkannya di level 5.875. Namun, kenaikan harian tersebut tidak mampu menutupi pelemahan yang terakumulasi sepanjang pekan.
Secara mingguan, IHSG pada akhirnya harus mengakui penurunan tipis sebesar 0,35 persen. Hal ini menandakan bahwa sentimen pasar masih cenderung negatif dalam periode perdagangan lima hari terakhir.
Pelemahan ini sangat dipengaruhi oleh kinerja beberapa saham yang memiliki bobot besar dalam perhitungan indeks. Salah satu saham yang menjadi pemberat utama adalah saham PGAS.
Dampak saham PGAS sangat signifikan terhadap pergerakan IHSG, di mana saham tersebut tercatat mengurangi bobot indeks secara keseluruhan sebesar 3,02 poin. Hal ini menjadi salah satu faktor utama kegagalan IHSG bertahan di zona hijau.
Tidak hanya membebani IHSG, saham PGAS juga teridentifikasi sebagai laggard atau penahan laju pada Indeks LQ45. Saham ini memberikan kontribusi pengurangan bobot sebesar 0,56 poin pada indeks saham berkinerja tinggi tersebut.
Selain PGAS, saham AMRT juga turut memberikan tekanan pada kedua indeks acuan tersebut. Saham AMRT mengurangi bobot IHSG sebesar 2,47 poin dan juga membebani LQ45 sebesar 0,46 poin.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Jakarta, upaya IHSG untuk menutup pekan dengan catatan positif harus tertahan oleh kinerja sejumlah saham signifikan tersebut. Perdagangan di bursa saham nasional ditutup dalam zona merah secara akumulatif mingguan.
Salah satu analisis menyebutkan bahwa saham-saham besar tersebut memberikan kontribusi negatif yang besar pada penutupan hari itu. "Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berupaya bangkit. Namun, upaya ini masih terjegal sejumlah saham hingga indeks masih ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (3/7/2026)," demikian disampaikan sumber berita tersebut.