BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah insiden terkait pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Malaysia baru-baru ini menarik perhatian publik setelah melibatkan warga negara asing (WNA). Peristiwa ini menyoroti penegakan hukum terkait subsidi energi di negara tetangga.

WNA yang dimaksud kedapatan mengemudikan mobil berpelat nomor Singapura saat melakukan pengisian BBM jenis RON 95 yang merupakan bahan bakar bersubsidi di Malaysia. Tindakan ini jelas melanggar peraturan yang berlaku di sana mengenai subsidi energi.

Akibat perbuatannya, pengemudi mobil tersebut telah dijatuhi hukuman denda yang cukup signifikan oleh pengadilan setempat. Denda yang dikenakan mencapai RM 20.000, yang setara dengan kurang lebih Rp 88 juta, berdasarkan asumsi kurs saat itu sebesar Rp 4.400 per Ringgit Malaysia.

Pemilik mobil yang diperkirakan berusia sekitar 50 tahun tersebut telah menyatakan pengakuan bersalah atas semua dakwaan yang diajukan kepadanya. Pengakuan ini mempercepat proses persidangan di Pengadilan Sesi.

Hakim Pengadilan Sesi, Che Wan Zaidi Che Wan Ibrahim, yang memimpin persidangan, telah menjatuhkan hukuman denda tersebut. Selain denda, hakim juga memberikan ketentuan alternatif berupa hukuman penjara jika denda tersebut tidak dapat dilunasi.

"Hakim Pengadilan Sesi, Che Wan Zaidi Che Wan Ibrahim, menjatuhkan hukuman tersebut dan memerintahkan terdakwa menjalani hukuman penjara tiga bulan apabila denda tidak dibayarkan," bunyi informasi mengenai putusan tersebut.

Dikutip dari CNA, insiden ini terungkap pada hari Sabtu, 4 Juli 2026, dan pria tersebut dilaporkan langsung menyelesaikan pembayaran denda pada hari yang sama setelah putusan dibacakan. Hal ini menunjukkan ketaatan terhadap keputusan yudikatif meskipun telah melakukan pelanggaran.

Dikutip dari New Straits Times (NST) serta Astro Audio, terungkap bahwa pria yang menjadi terdakwa tersebut merupakan warga negara asing yang berasal dari Singapura. Meskipun demikian, identitas lengkap WNA tersebut tidak dipublikasikan kepada media massa.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Finance.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.