BISNIS.HOTNEWS.ID - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz memastikan bahwa pilot pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA), Nicholas F. Goselin, meninggal dunia akibat luka tembak. Kematian ini terjadi setelah pesawat Pilatus PK-RCY ditembak dan dibakar di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Peristiwa penembakan ini menjadi fokus utama penyelidikan pihak kepolisian dan keamanan setempat. Investigasi dilakukan untuk mengungkap secara tuntas kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz, Kombes Pol I. G. G. Era Adinata, menjelaskan bahwa serangkaian penyelidikan telah dilaksanakan pasca-insiden. Proses ini melibatkan pemeriksaan mendalam terhadap saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian.
Selain pemeriksaan saksi, tim penyidik juga melakukan wawancara, pengumpulan berbagai informasi relevan, serta pemantauan aktif terhadap perkembangan di media sosial. Langkah-langkah ini diambil untuk memperkuat bukti di lapangan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal yang telah dihimpun, Satgas Operasi Damai Cartenz sampai pada kesimpulan bahwa aksi penembakan tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menamakan diri sebagai Bakusip. Kelompok ini diidentifikasi sebagai jaringan baru di wilayah tersebut.
Kelompok yang baru terbentuk ini diketahui berada di bawah kepemimpinan seseorang bernama M. Mbalingga. Identifikasi ini merupakan temuan penting dalam upaya pemetaan pergerakan kelompok separatis di Papua.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Kombes Pol I. G. G. Era Adinata menyatakan bahwa dalam beberapa unggahan di media sosial, M. Mbalingga telah mengklaim bahwa kelompoknya merupakan bagian dari jaringan yang dipimpin oleh Elkius Kobak di area Yahukimo. "Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo. Namun demikian, hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak masih didalami oleh penyidik," ujar Era Adinata dalam siaran persnya pada Sabtu (04/07/2026).
Segera setelah kejadian penembakan pesawat itu berlangsung, M. Mbalingga secara terbuka mengeluarkan pernyataan yang mengklaim kepemilikan atas aksi penembakan dan pembakaran pesawat tersebut. Tidak lama berselang, tokoh lainnya, Elkius Kobak, juga mengeluarkan pernyataan yang serupa mengenai insiden itu.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan secara definitif sejauh mana keterkaitan antara kelompok Bakusip pimpinan M. Mbalingga dengan kelompok yang dipimpin oleh Elkius Kobak.