BISNIS.HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (24/7/2026) dengan tren pelemahan. Hingga pukul 09.30 WIB, indeks tercatat merosot 132,85 poin atau setara dengan 2,11%, menempatkannya di level 6.182.
Analisis data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah setengah jam pembukaan menunjukkan volume transaksi mencapai 10,53 miliar saham. Aktivitas jual mendominasi, dengan nilai transaksi menyentuh angka Rp4,47 triliun, yang melibatkan frekuensi sebanyak 630.146 kali.
Pergerakan saham di pasar modal juga menunjukkan dominasi pelemahan. Sebanyak 542 saham tercatat mengalami penurunan nilai, berbanding terbalik dengan hanya 87 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 93 saham lainnya stagnan atau tidak menunjukkan perubahan posisi.
Pelemahan tajam IHSG pada perdagangan hari ini dipicu oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah aksi ambil untung oleh investor yang telah mengantongi keuntungan, serta meningkatnya kewaspadaan di pasar global.
"Pelemahan IHSG pada perdagangan Jumat ini dipicu aksi profit taking dan meningkatnya kehati-hatian investor di tengah lonjakan harga minyak dunia," demikian keterangan dari BRI Danareksa Sekuritas.
Selain itu, aliran dana keluar dari investor asing turut memberikan tekanan pada pasar saham domestik. Investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar Rp1,2 triliun.
Meskipun demikian, optimisme terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih menjadi penopang penting bagi pasar. Prospek ekonomi yang solid diharapkan dapat meredam dampak negatif dari sentimen pasar jangka pendek.
Perdagangan ini terjadi di Jakarta, di mana Bursa Efek Indonesia menjadi pusat aktivitas transaksi saham di tanah air. Tanggal kejadian ini adalah Jumat, 24 Juli 2026.
"Investor asing kembali mencatatkan net foreign sell sebesar Rp1,2 triliun," ujar seorang analis pasar modal.