• BISNIS.HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai sesi perdagangan pada hari ini dengan performa yang memuaskan, terpantau bergerak menguat sejak awal. Potensi catatan sejarah baru akan tercipta apabila indeks ini mampu mengakhiri hari di zona hijau, menandai penguatan selama sembilan hari beruntun.

Perdagangan pada Selasa, 21 Juli 2026, dibuka dengan IHSG berada di level 6.273,57. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 0,67% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.

Rentetan penguatan yang telah dicapai IHSG hingga saat ini sudah mencapai delapan hari secara berturut-turut. Dengan demikian, keberhasilan mempertahankan momentum positif di hari ini akan secara resmi mencatatkan rekor penguatan sembilan hari tanpa terputus.

Pada pantauan pagi hari ini, saham-saham dengan kapitalisasi pasar yang besar (big cap) terlihat menjadi penopang utama laju penguatan IHSG. Pergerakan positif ini didorong oleh kontribusi signifikan dari beberapa emiten unggulan.

Beberapa saham yang tercatat memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan IHSG pada pukul 09:01 WIB, berdasarkan data Bloomberg, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menyumbang 7,34 poin.

Selain itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turut berkontribusi sebesar 6,13 poin, disusul oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan sumbangan 4,64 poin.

Kontributor penting lainnya dalam pergerakan positif ini adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang memberikan kontribusi 4,49 poin, serta PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang menyumbang 4,49 poin.

Meskipun tren penguatan sedang berlangsung, analisis dari MNC Sekuritas memberikan pandangan mengenai potensi pergerakan IHSG ke depan. "Posisi pergerakan IHSG sedang berada di akhir wave (c) dari wave [iv] sehingga penguatannya akan relatif terbatas," ujar seorang analis dari MNC Sekuritas.

Lebih lanjut, analis tersebut menambahkan bahwa IHSG memiliki peluang untuk menguji area 6.264. "IHSG berpeluang menguji area 6.264 dan rawan koreksi ke rentang 5.747-5.935," kata analis tersebut.