BISNIS.HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan di pekan ini. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya sentimen global secara umum serta beberapa agenda penting domestik yang akan menjadi fokus utama para pelaku pasar.
Analis dari Phintraco Sekuritas telah memberikan proyeksi teknikal mengenai pergerakan IHSG ke depan. Mereka memperkirakan indeks akan bergerak dalam rentang support yang cukup jelas pada level 5.900 hingga 6.000.
Sementara itu, batas atas atau resistance pergerakan diperkirakan berada di rentang 6.150 hingga 6.200. Rentang ini menunjukkan adanya peluang bagi indeks untuk menguji level rata-rata pergerakan 20 hari atau MA20 dalam periode waktu mendatang.
"Secara teknikal, diperkirakan IHSG berpeluang menguji level MA20, sehingga berpotensi bergerak pada support 5.900-6.000 dan resistance 6.150-6.200 pada pekan ini," seperti dikutip dari riset Phintraco Sekuritas, Senin (15/6/2026).
Dari sisi eksternal, terdapat sumber sentimen positif yang signifikan yang mendorong optimisme pasar. Sentimen ini datang dari penguatan yang berhasil dicatatkan oleh indeks-indeks utama di Wall Street pada penutupan perdagangan hari Jumat (12/6/2026).
Penguatan di pasar Amerika Serikat tersebut sekaligus menandakan bahwa indeks-indeks tersebut juga ditutup menguat secara mingguan. Hal ini memberikan angin segar bagi pasar saham di kawasan lainnya, termasuk Indonesia.
Selain performa bursa global, kenaikan saham perusahaan teknologi ternama, SpaceX, pada hari pertama pencatatan saham perdananya turut memberikan dukungan substansial bagi pergerakan pasar secara keseluruhan. Peristiwa ini menambah optimisme di kalangan investor.
Lebih lanjut, pasar juga mencermati adanya meningkatnya ekspektasi positif mengenai potensi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Perkembangan geopolitik ini menjadi salah satu variabel penting yang diperhatikan di samping agenda domestik seperti Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Jakarta, para investor kini menantikan konklusi dari RDG BI serta bagaimana perkembangan isu internasional, termasuk hubungan AS-Iran dan pergerakan MSCI, akan memengaruhi likuiditas dan arah pergerakan IHSG di sesi perdagangan mendatang.