BISNIS.HOTNEWS.ID - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (08/6/2026) menunjukkan tren pelemahan yang signifikan pada sesi pertama. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat merosot mendekati level psikologis 5.400.

Posisi penutupan sementara IHSG pada sesi I berhasil tertahan di angka 5.434,306 poin. Angka tersebut mencerminkan koreksi tajam sebesar 160,459 poin, atau terdepresiasi sebesar 2,87% dari penutupan sebelumnya.

Kondisi pasar yang melemah ini terlihat dari kinerja seluruh indeks sektor yang mengalami penurunan. Penurunan ini berkisar antara 0,33% hingga mencapai 6,01% pada penutupan sesi pertama.

Sektor yang paling terpukul dalam pelemahan IHSG kali ini adalah IDXHEALTH, yang mencatatkan penurunan terbesar dengan persentase mencapai 6,01%. Hal ini menjadi indikasi adanya tekanan jual yang kuat pada saham-saham kesehatan.

Selain IDXHEALTH, beberapa sektor lain juga ikut terseret ke zona merah, seperti IDXINFRA yang terpangkas 4,72%, IDXCYCLIC turun 3,99%, dan IDXTRANS yang melemah 3,62%.

Anjloknya IHSG pada siang hari tersebut dipicu oleh dominasi saham-saham yang mengalami pelemahan harga. Sebanyak 646 emiten mencatatkan penurunan harga pada sesi pertama perdagangan.

Sementara itu, jumlah saham yang berhasil menguat relatif kecil, yakni hanya 88 saham yang ditutup naik, dan 79 saham lainnya mempertahankan posisi harga stabil tanpa perubahan pada sesi I hari itu.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) turut menjadi pendorong pelemahan IHSG. Sebagai contoh, harga saham BBCA terkoreksi 2,27% menjadi Rp4.960 per lembar saham.

Saham-saham unggulan lainnya juga mengalami tekanan jual, termasuk TLKM yang turun signifikan hingga 11,96% ke level Rp2.430, serta BBRI yang melemah 2,92% ke harga Rp2.660 per saham.