BISNIS.HOTNEWS.ID - Rumor mengenai potensi divestasi aset batu bara unggulan PT Indika Energy Tbk (INDY), yaitu PT Kideco Jaya Agung, tengah menjadi perhatian pasar. Isu ini muncul menyusul berbagai spekulasi yang beredar di kalangan pelaku industri dan investor.
Menanggapi santernya kabar tersebut, manajemen PT Indika Energy Tbk (INDY) mengambil sikap. Perseroan secara resmi menyatakan tidak akan memberikan komentar terkait rumor atau spekulasi yang berkembang di pasar mengenai aset strategisnya.
Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Perusahaan Indika Energy, Adi Pramono. Ia menjelaskan bahwa perusahaan memiliki kebijakan yang jelas terkait informasi yang bersifat spekulatif.
"Sehubungan dengan pemberitaan media baru-baru ini mengenai portofolio investasi Indika Energy, perusahaan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar," ujar Adi Pramono dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 17 Juli 2026.
Lebih lanjut, Adi Pramono menegaskan komitmen kuat PT Indika Energy Tbk (INDY) dalam menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Perseroan juga menyatakan patuh terhadap seluruh ketentuan pasar modal yang berlaku di Indonesia.
Prinsip GCG ini menjadi landasan operasional perusahaan dalam setiap pengambilan keputusan. Kepatuhan terhadap regulasi pasar modal juga menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan investor.
"Setiap informasi atau perkembangan yang bersifat material akan disampaikan kepada publik secara transparan melalui saluran resmi perusahaan, sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku," tegas Adi Pramono.
Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya transparansi dalam komunikasi perusahaan. Indika Energy berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada publik jika ada perkembangan signifikan.
Kebijakan ini sejalan dengan upaya perseroan untuk menjaga stabilitas pasar dan memberikan kepastian bagi para pemangku kepentingan. Spekulasi yang tidak terkonfirmasi dapat menimbulkan volatilitas yang tidak diinginkan.