BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah inisiatif internasional baru yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI) resmi dibentuk, dengan Tiongkok sebagai pemimpinnya. Organisasi yang bernama World Artificial Intelligence Cooperation (WAIC) ini telah menarik partisipasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pembentukan WAIC ini dipandang sebagai langkah strategis Tiongkok dalam persaingan pengaruh global dengan Amerika Serikat terkait perkembangan teknologi AI. Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengonfirmasi bahwa Indonesia termasuk dalam daftar negara pendiri, bersama dengan Pakistan dan Kazakhstan.
Tata kelola AI global kini menjadi arena penting bagi kekuatan dunia, mengingat peran krusial teknologi ini bagi perekonomian dan keamanan nasional. Inisiatif WAIC menandai sebuah manuver penting dari Beijing di tengah meningkatnya diplomasi AI antarnegara.
Tiongkok berambisi memposisikan diri sebagai motor penggerak model AI sumber terbuka. Mereka berkomitmen untuk berbagi kemajuan di bidang AI dengan negara-negara lain, sebuah pendekatan yang berbeda dari "AI Action Plan" yang diusung Washington.
Para perwakilan negara anggota pendiri secara resmi menandatangani perjanjian pembentukan organisasi ini di Shanghai.
Menko Ekonomi Airlangga Hartarto mewakili Indonesia dalam penandatanganan tersebut. Ia menyatakan bahwa WAIC bertujuan untuk "memperkuat kerja sama global dalam pengembangan dan tata kelola AI, sekaligus memastikan teknologi tersebut dikembangkan secara aman, adil, inklusif, dan berpusat pada manusia."
Dikutip dari Bloomberg Technoz, pembentukan WAIC ini terjadi di era di mana persaingan teknologi semakin memanas.
Organisasi ini diharapkan dapat menjadi platform kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh perkembangan AI yang pesat.
Melalui forum ini, diharapkan tercipta standar global yang memastikan pengembangan AI dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh umat manusia.