BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia telah mengumumkan jadwal resmi untuk penerbitan perdana instrumen utang negara yang dikenal sebagai Panda Bond. Penerbitan surat utang global yang didenominasikan dalam mata uang Yuan Tiongkok ini direncanakan akan dilaksanakan pada awal bulan Juli tahun 2026 mendatang.
Rencana penerbitan instrumen pasar modal di Tiongkok ini diklaim akan menunjukkan hasil yang lebih optimal dan sukses jika dibandingkan dengan penerbitan Dim Sum Bonds yang sempat diluncurkan pada bulan Oktober 2025. Langkah ini merupakan strategi diversifikasi sumber pembiayaan internasional bagi pemerintah Indonesia.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan setelah kegiatan kedinasan pada Kamis (25/6/2026) malam. Penegasan ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menembus pasar obligasi Tiongkok.
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (Dirjen SPSK) Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, memberikan kepastian mengenai jadwal tersebut. Beliau menyatakan bahwa semua rencana masih berjalan sesuai koridor yang ditetapkan.
"Insya Allah, [terbit juga masih sesuai jadwal]. Jadi it will be oke [Juli], seperti yang disampaikan oleh Pak Minto," ujar Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Herman Saheruddin saat ditemui di kantornya, Kamis (25/6/2026) malam.
Sebelumnya, rencana debut penerbitan Panda Bond ini sempat disinggung oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu. Penerbitan ini direncanakan akan dilaksanakan segera setelah rangkaian kegiatan Non-Deal Roadshow rampung di Negeri Tirai Bambu.
Keputusan waktu pelaksanaan akan sangat bergantung pada analisis kondisi pasar yang paling menguntungkan atau yang dikenal sebagai best market window. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan serapan investor di Tiongkok.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto sebelumnya telah memberikan gambaran waktu spesifik. "Akhir Juni atau awal Juli di sekitaran itu. Lihat respon market dulu," tuturnya baru-baru ini.
Penerbitan Panda Bond ini merupakan langkah strategis Indonesia untuk memperdalam integrasi di pasar keuangan Asia Timur, sekaligus memanfaatkan likuiditas mata uang Yuan yang cukup besar di kawasan tersebut. Kesuksesan ini akan menjadi tolok ukur penting bagi penerbitan surat utang negara di masa mendatang.