BISNIS.HOTNEWS.ID - Pertemuan penting antara perwakilan ekonomi Indonesia dan Tiongkok telah dilaksanakan di Jakarta, menandai langkah awal yang signifikan dalam mempererat hubungan bilateral.
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut langsung kunjungan Wakil Gubernur Pemerintah Provinsi Fujian, Tiongkok, Zhao Zenglian, di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk segera menyusun daftar proyek potensial dan sektor-sektor prioritas yang akan menjadi landasan pengembangan kerja sama.
Fokus utama dari penyusunan daftar ini adalah untuk menciptakan program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang lebih konkret dan benar-benar menjawab kebutuhan kedua negara.
Implementasi dari program TCTP ini memiliki tujuan strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang sudah terjalin antara Indonesia dan Tiongkok.
Hal ini akan dicapai melalui peningkatan volume perdagangan, menarik lebih banyak investasi, serta mendorong pengembangan sektor industri yang saling menguntungkan.
Transformasi KAI: Lima Teknologi Kereta Api Mendukung Mobilitas dan Logistik Nasional
Dikutip dari sumber yang sama, terungkap bahwa nilai potensi kerja sama proyek yang tengah dijajaki ini mencapai angka fantastis, yaitu Rp 37 triliun.
"Kami menyepakati untuk mendorong penyusunan daftar potensi proyek dan sektor prioritas, sebagai dasar pengembangan kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP), yang lebih konkret dan berorientasi pada kebutuhan kedua negara," ujar Airlangga Hartarto.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam upaya Indonesia untuk terus membuka peluang investasi dan memperluas pasar bagi produk-produk dalam negeri di kancah internasional.