BISNIS.HOTNEWS.ID - Pada perdagangan hari Selasa, 30 Juni 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan gejolak signifikan yang berdampak pada pergerakan pasar modal domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup kuat sepanjang sesi perdagangan hari itu.

Koreksi tajam yang terjadi menunjukkan adanya sentimen negatif yang memengaruhi para pelaku pasar di dalam negeri. Penurunan ini menandai salah satu koreksi harian terbesar yang tercatat dalam periode perdagangan tersebut.

IHSG akhirnya ditutup pada level 5.643,19 poin. Penurunan ini setara dengan koreksi sebesar 3,05 persen dibandingkan penutupan sesi sebelumnya.

Fenomena menarik terjadi di tengah pelemahan indeks tersebut, yaitu aktivitas pembelian saham yang tetap dilakukan oleh investor asing. Mereka terlihat melakukan akumulasi pada beberapa jenis saham meski pasar secara keseluruhan sedang terkoreksi.

Meskipun terjadi tekanan jual yang besar dari investor domestik atau asing lainnya, aktivitas borong saham oleh investor asing ini menjadi sorotan utama analisis pasar hari itu. Hal ini mengindikasikan adanya pandangan jangka panjang terhadap fundamental saham tertentu.

"Pada perdagangan hari Selasa, 30 Juni 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami gejolak signifikan yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpeleset cukup dalam," mengulas dinamika pasar saat itu.

Koreksi tajam tersebut, yang membawa indeks ke level 5.643,19, menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat di pasar modal domestik pada hari tersebut, kata analis pasar.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, penurunan sebesar 3,05 persen ini menjadi salah satu koreksi harian terbesar yang tercatat pada periode tersebut, menunjukkan volatilitas yang tinggi.

Aktivitas pembelian oleh investor asing di tengah penurunan IHSG ini memberikan sedikit kontras dalam gambaran pasar yang cenderung negatif pada hari itu.