BISNIS.HOTNEWS.ID - Pasar modal Indonesia pada hari Jumat, 19 Juni 2026, mengalami tekanan cukup signifikan selama sesi perdagangan pertama. Tekanan ini terutama dipicu oleh aksi jual bersih (net sell) yang masif dilakukan oleh para investor asing.
Total dana asing yang tercatat keluar dari pasar saham domestik per penutupan sesi I mencapai nominal fantastis, yaitu sebesar Rp 1,4 triliun. Angka ini menjadi indikator utama sentimen negatif yang mendominasi perdagangan pagi itu.
Dampak langsung dari aksi jual asing tersebut terlihat jelas pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG menunjukkan pelemahan yang cukup berarti sepanjang sesi pertama berlangsung.
Pada penutupan sesi I, IHSG secara resmi ditutup melemah sebesar 0,73% dari penutupan sebelumnya. Level penutupan tersebut berada di angka 6.127,32, menandakan adanya koreksi harga yang cukup dalam.
Sepanjang pagi hari, pergerakan indeks sempat menunjukkan volatilitas yang tinggi sebelum akhirnya terkonsolidasi di zona merah. IHSG sempat mencoba naik dan menyentuh level tertinggi hariannya.
Level tertinggi yang berhasil dicapai oleh IHSG pada awal sesi perdagangan tercatat berada di 6.215,06. Namun, level tersebut tidak mampu dipertahankan hingga jeda siang.
Keluarnya dana asing dalam volume besar ini menjadi cerminan dari sentimen negatif yang sedang melanda pasar saham saat itu. Aksi jual bersih ini menunjukkan adanya kekhawatiran investor terhadap prospek jangka pendek pasar domestik.
Salah satu saham yang turut merasakan tekanan signifikan akibat sentimen pasar tersebut adalah saham dengan kode TPIA. Saham emiten tersebut dilaporkan ikut tertekan oleh aksi jual bersih yang dilakukan investor asing.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, aksi jual bersih investor asing terjadi dalam volume besar pada perdagangan sesi I hari Jumat tersebut. Peristiwa ini menandai adanya perubahan arah aliran modal asing di tengah pekan.