BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan pasar saham domestik menunjukkan sinyal pelemahan yang cukup jelas pada awal pekan perdagangan hari Senin, 29 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi dengan catatan negatif yang cukup signifikan.
Kondisi ini terjadi seiring dengan terpantau minimnya aktivitas transaksi sepanjang hari perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Minimnya partisipasi investor menimbulkan kekhawatiran terhadap sentimen pasar secara keseluruhan.
Secara kuantitatif, IHSG tercatat ambles sedalam 75,34 poin pada penutupan hari itu. Penurunan tersebut merefleksikan pelemahan akumulatif sebesar 1,28% dari penutupan sebelumnya.
Akibat tekanan jual ini, indeks acuan utama pasar modal Indonesia tersebut harus bertahan di level penutupan 5.820,79. Level penutupan ini menjadi penanda akhir pekan pertama bulan Juli bagi para pelaku pasar.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, pelemahan tajam ini mengindikasikan bahwa kepercayaan investor sedang menurun drastis. Sentimen negatif tampaknya mendominasi pengambilan keputusan beli di bursa.
Penurunan IHSG yang mencapai 1,28% merupakan koreksi yang cukup dalam untuk ukuran pergerakan harian di tengah kondisi pasar yang relatif stabil sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para analis pasar modal.
Minimnya aktivitas transaksi yang menyertai penurunan indeks menunjukkan bahwa banyak investor memilih untuk bersikap hati-hati atau bahkan menarik dananya sementara waktu. Situasi ini memperparah tekanan jual yang terjadi.
Kondisi pasar pada hari Senin tersebut secara keseluruhan mencerminkan adanya kekhawatiran investor yang menyebabkan indeks acuan bertahan di level 5.820,79 pada akhir perdagangan. Investor tengah mencari kepastian sebelum mengambil langkah strategis berikutnya.