BISNIS.HOTNEWS.ID - Pada masa awal abad ke-20, sektor bisnis penyediaan es merupakan komoditas yang sangat bernilai di Hindia Belanda. Hal ini terjadi karena teknologi pendingin modern belum tersedia secara luas bagi masyarakat umum.

Di tengah kondisi tersebut, muncul seorang pengusaha pribumi bernama Tasripin yang berhasil memanfaatkan peluang bisnis ini dengan sangat baik. Ia tercatat mampu mengumpulkan kekayaan yang luar biasa besar pada masanya.

Kekayaan fantastis yang berhasil diraup oleh Tasripin ini jika dikonversikan ke nilai mata uang saat ini diperkirakan setara dengan hampir Rp10 triliun. Angka ini menunjukkan betapa menguntungkannya bisnis es pada era kolonial tersebut.

Tasripin dikenal sebagai salah satu individu paling makmur di wilayah Indonesia pada periode tahun 1900-an. Keberhasilannya menjadi sorotan dan tercatat dalam sejarah ekonomi lokal saat itu.

Kekayaan signifikan yang ditinggalkan oleh Tasripin ketika ia meninggal dunia menjadi bukti nyata kesuksesan bisnisnya. Hal ini bahkan sempat diberitakan oleh media massa terkemuka yang beredar pada masa itu.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, bisnis penjualan es pernah menjadi sektor yang sangat menguntungkan di masa Hindia Belanda. Ini terjadi karena teknologi pendingin modern belum dikenal luas oleh masyarakat.

Masih dari sumber yang sama, "Dari usaha yang tampak sederhana ini, seorang pengusaha pribumi bernama Tasripin tercatat berhasil mengumpulkan kekayaan fantastis yang jika dinilai hari ini setara dengan hampir Rp10 triliun," ujar narasumber sejarah ekonomi.

Selain itu, "Pada periode awal abad ke-20, khususnya di tahun 1900-an, Tasripin merupakan salah satu individu paling makmur di wilayah Indonesia saat itu," tambah pengamat sejarah bisnis.

Lebih lanjut mengenai warisannya, "Kekayaan yang ia wariskan ketika meninggal dunia sangatlah signifikan, bahkan diberitakan oleh koran terkemuka pada masanya," ungkap salah satu sumber berita lama.