BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan positif datang dari dunia kesehatan internasional mengenai penanganan kasus Ebola. Seorang tenaga medis yang sebelumnya terdiagnosis positif virus Ebola kini telah dinyatakan sembuh total oleh tim medis di Prancis.
Kasus ini bermula ketika tenaga medis tersebut terjangkit virus saat menjalankan misi kemanusiaan di Republik Demokratik Kongo (RDK) pada bulan lalu. Setelah menjalani serangkaian perawatan intensif, kondisi pasien menunjukkan pemulihan signifikan.
Kabar baik ini dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas kesehatan Prancis. Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, menyampaikan bahwa pasien tersebut telah diizinkan meninggalkan fasilitas kesehatan dan kembali ke rumahnya.
Pernyataan resmi mengenai kesembuhan dan kepulangan pasien ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Stephanie Rist pada hari Sabtu. Informasi ini kemudian disebarluaskan kepada publik melalui kantor berita AFP.
Dokter tersebut diketahui menjalankan tugas kemanusiaan di pusat perawatan Ebola Rwampara, yang berlokasi di Provinsi Ituri. Masa kerjanya di sana berlangsung dari tanggal 22 Mei hingga 19 Juni.
Fakta menarik terungkap bahwa dokter tersebut tidak menunjukkan gejala apa pun saat meninggalkan wilayah Kongo. Ia juga dipastikan bebas dari gejala selama transit di Kinshasa sebelum akhirnya melakukan perjalanan kembali ke Prancis.
Kasus ini tercatat sebagai identifikasi kasus Ebola pertama di luar wilayah yang sedang mengalami wabah aktif saat itu. Hal ini menunjukkan potensi risiko penularan lintas negara meski kecil.
Virus yang menginfeksi tenaga medis tersebut adalah strain Ebola Bundibugyo, sebuah varian yang termasuk langka. Strain ini menjadi perhatian khusus karena belum tersedia vaksin yang secara resmi disetujui untuk penanganannya.
Saat ini, penularan strain Bundibugyo masih didominasi di wilayah Kongo dan Uganda. Di dua negara tersebut, virus mematikan ini telah menyebabkan sedikitnya 440 korban jiwa sejak wabah berlangsung.