BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan signifikan terjadi dalam kebijakan maritim Iran terkait salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia, Selat Hormuz. Iran mengisyaratkan bahwa China dan beberapa negara sahabat lainnya akan menerima perlakuan istimewa dalam penentuan biaya layanan navigasi di selat vital tersebut.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Duta Besar Iran untuk Beijing, Abdolreza Rahmani Fazli, dalam sebuah forum internasional baru-baru ini. Pengumuman ini menggarisbawahi upaya Iran untuk memperkuat hubungan strategis dengan mitra-mitra kunci di tengah dinamika geopolitik yang memanas.

Menurut Fazli, jalur perairan yang krusial bagi pasokan energi global tersebut kini telah bergeser menjadi isu "keamanan nasional" bagi Republik Islam Iran. Status ini muncul sebagai dampak langsung dari perang empat bulan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

"Karena itu, 'akan ada pengaturan baru mengenai Selat Hormuz dengan kolaborasi dan kerja sama negara Oman,'" kata Abdolreza Rahmani Fazli, mengindikasikan adanya rencana koordinasi keamanan dan operasional dengan negara tetangga tersebut.

Fokus utama dari konsesi ini adalah pemberian prioritas kepada mitra dagang utama Iran. Fazli secara eksplisit menyebutkan China sebagai penerima manfaat utama dari kebijakan tarif baru ini.

"Kami pasti akan memberikan pertimbangan khusus untuk China, karena China adalah negara sahabat," kata Fazli pada Sabtu di Forum Perdamaian Dunia di Beijing, tanpa merinci konsesi apa yang akan diberikan.

Lebih lanjut, Dubes Iran menegaskan prinsip timbal balik dalam hubungan internasional yang baik. "Perlakuan khusus harus kami berikan kepada negara-negara yang bersahabat dengan kami," ujar Abdolreza Rahmani Fazli.

Pengelolaan masa depan Selat Hormuz menjadi salah satu topik pembahasan krusial dalam negosiasi yang tengah berlangsung. Negosiasi ini bertujuan untuk mencari resolusi permanen guna mengakhiri konflik yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Dilansir dari Bloomberg, pernyataan ini memberikan kejelasan mengenai bagaimana Iran berencana menanggapi perubahan situasi keamanan regional melalui kebijakan ekonomi maritimnya.