BISNIS.HOTNEWS.ID - Bank Indonesia (BI) mengumumkan adanya pergerakan signifikan pada pasar keuangan domestik seiring dengan implementasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Tercatat bahwa terjadi aliran modal asing yang kembali masuk secara substansial dalam kurun waktu dua hari terakhir.

Total nilai investasi asing (hot money) yang berhasil masuk ke Indonesia selama periode singkat tersebut berhasil mencapai angka Rp19,02 triliun. Angka ini menunjukkan respons positif pasar terhadap langkah-langkah yang diambil oleh otoritas moneter Indonesia.

Informasi mengenai masuknya dana asing dalam jumlah besar ini disampaikan langsung oleh salah satu pejabat tinggi di Bank Indonesia. Pihak yang memberikan pernyataan resmi tersebut adalah Deputi Gubernur BI.

Penyampaian resmi mengenai aliran modal asing yang masif ini dilakukan pada hari Jumat, tanggal 12 Agustus 2026. Penjelasan ini memberikan gambaran terkini mengenai kondisi likuiditas dan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Deputi Gubernur BI, Destry Damayanti, menjadi narasumber utama yang mengonfirmasi besaran aliran dana masuk tersebut. Pernyataan ini dirilis sebagai bagian dari transparansi bank sentral mengenai perkembangan pasar keuangan terkini.

"Bank Indonesia mencatat adanya aliran modal asing yang kembali masuk secara signifikan ke pasar keuangan domestik dalam dua hari terakhir," ujar Destry Damayanti.

Lebih lanjut, Destry Damayanti memaparkan rincian nominal yang berhasil dihimpun oleh pasar keuangan Indonesia dalam periode tersebut. Angka total investasi asing yang berhasil masuk tercatat mencapai Rp19,02 triliun selama dua hari terakhir.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, masuknya modal asing dalam jumlah besar ini sering kali diasosiasikan dengan daya tarik imbal hasil yang ditawarkan oleh instrumen keuangan domestik setelah adanya penyesuaian suku bunga acuan.

Keberhasilan menarik modal asing dalam waktu singkat ini menjadi indikasi bahwa kebijakan moneter ketat yang diterapkan oleh Bank Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas dan memberikan daya tarik bagi investor internasional.