BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah kabar duka menyelimuti keluarga besar Perum Jasa Tirta II (PJT II) menyusul meninggalnya salah seorang petugas keamanan yang bertugas di wilayah operasional perusahaan. Peristiwa tragis ini terjadi di area Waduk Jatiluhur.
Pihak manajemen PJT II telah secara resmi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan salah satu insan perusahaan. Kepergian petugas keamanan ini meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi seluruh jajaran direksi dan karyawan.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso, menyatakan komitmen penuh perusahaan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral di tengah masa sulit yang dihadapi keluarga.
"Peristiwa ini merupakan duka yang sangat mendalam bagi keluarga besar Perum Jasa Tirta II," ujar Imam Santoso dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 27 Juli 2026. Pernyataan ini menegaskan betapa berartinya almarhum bagi perusahaan.
Lebih lanjut, Imam Santoso juga menegaskan bahwa PJT II akan mendukung penuh proses penyelidikan yang tengah dilakukan oleh aparat penegak hukum. Perusahaan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk mengungkap penyebab kejadian ini.
"Kami kehilangan salah satu insan perusahaan yang selama ini telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi," lanjut Imam Santoso. Dedikasi almarhum dalam menjalankan tugasnya sebagai petugas keamanan menjadi saksi bisu pengabdiannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja bagi seluruh elemen yang beroperasi di sekitar Waduk Jatiluhur. Pihak PJT II diharapkan dapat melakukan evaluasi dan meningkatkan protokol keamanan di masa mendatang.
Dikutip dari keterangan resmi Perum Jasa Tirta II, perusahaan berupaya untuk meringankan beban keluarga korban. Dukungan yang diberikan mencakup aspek moril maupun materil sesuai dengan kemampuan perusahaan.
Proses penyelidikan yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kronologi kejadian. Pihak PJT II berharap agar seluruh pihak dapat menahan diri dari spekulasi yang tidak berdasar.