BISNIS.HOTNEWS.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempersiapkan sebuah terobosan digital yang akan memberikan kemudahan bagi para orang tua siswa. Sistem ini dirancang agar orang tua dapat secara langsung mengawasi pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang digulirkan di sekolah-sekolah.

Inisiatif ini merupakan langkah proaktif BGN untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam program pangan bergizi bagi pelajar. Tujuannya adalah agar publik, khususnya orang tua, memiliki akses informasi yang jelas mengenai program yang dijalankan.

Melalui sistem digital ini, orang tua nantinya dapat memantau berbagai aspek program, mulai dari menu makanan yang disajikan hingga dapur tempat makanan tersebut dimasak. Pengawasan ini bahkan mencakup hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab.

"Jadi orang tua siswa bisa mengakses by system itu kemudian anaknya sekolah di mana, sekolah itu dapat makan MBG yang menunya apa dan kemudian menu itu dimasak di dapur yang mana dan kepala SPPG-nya siapa," jelas Kepala BGN, Sudaryono, dalam sebuah konferensi pers.

Beliau menambahkan bahwa sistem ini akan memberikan gambaran utuh kepada para pemangku kepentingan. "Jadi pihak terkait atau stakeholder bisa mendapatkan informasi itu, termasuk kandungan gizi di menu," ujar Sudaryono.

Untuk mengakses informasi tersebut, orang tua perlu melakukan proses verifikasi. Mekanisme penggunaannya dirancang agar aman dan terjamin kerahasiaannya, mengingat data yang ditampilkan bersifat pribadi.

Orang tua siswa dapat masuk atau melakukan log in ke dalam sistem dengan memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak mereka sebagai kunci akses. Verifikasi ini penting untuk memastikan bahwa hanya pihak yang berhak yang dapat melihat data terkait anak mereka.

Langkah ini diambil mengingat informasi yang akan disajikan dalam sistem digital tersebut menyangkut data pribadi siswa dan detail pelaksanaan program di sekolah mereka. Hal ini menunjukkan komitmen BGN dalam menjaga privitas sekaligus memberikan akses informasi yang transparan.

Konferensi pers mengenai pengembangan sistem ini diselenggarakan di kantor BGN, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 27 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi ajang penjelasan lebih lanjut mengenai detail teknis dan manfaat dari sistem pengawasan digital yang baru ini.