BISNIS.HOTNEWS.ID - Perdagangan saham PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) mengalami gejolak signifikan pada hari Selasa, tanggal 30 Juni 2026. Koreksi tajam ini menimbulkan kegelisahan di kalangan investor pasar modal Indonesia.

Kondisi pasar saham PANS ditandai dengan penurunan drastis yang langsung menyentuh batas penolakan otomatis bawah atau yang dikenal sebagai auto rejection bawah (ARB). Penurunan ekstrem ini menunjukkan adanya tekanan jual yang sangat kuat dari para pemegang saham.

Peristiwa ini terjadi setelah adanya pengumuman penting yang disampaikan perusahaan mengenai perubahan dalam jajaran direksi dan komisarisnya. Pengumuman tersebut tampaknya menjadi katalis utama yang memicu aksi jual masif tersebut.

Menurut data perdagangan yang berhasil dihimpun dari platform Stockbit, saham PANS tercatat mengalami kejatuhan sedalam 14,78% pada sesi perdagangan kedua hari itu. Penurunan persentase tersebut setara dengan kehilangan nilai 275 poin per unit saham.

Secara nominal, harga saham PANS ditutup pada level 1.585 per unit pada akhir sesi perdagangan. Angka penutupan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan harga pembukaan saham di awal hari yang berada di level 1.860 per unit.

Dilansir dari Tren.Bisnismarket.com, gejolak hebat ini menunjukkan adanya sentimen negatif yang kuat di pasar terkait dengan perubahan struktur kepemimpinan perusahaan. Kejadian ini menjadi sorotan utama di bursa saham pada hari tersebut.

"Perdagangan saham PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) mengalami gejolak hebat pada Selasa (30/6/2026), ditandai dengan penurunan drastis hingga menyentuh batas penolakan otomatis bawah (auto rejection bawah/ARB)," demikian bunyi pernyataan mengenai pergerakan harga saham tersebut.

"Koreksi tajam ini terjadi setelah adanya pengumuman penting mengenai jajaran direksi perusahaan," tambah narasi tersebut, menggarisbawahi korelasi antara pengumuman internal dan respons pasar.

"Saham PANS tercatat ambruk sedalam 14,78% atau setara dengan penurunan 275 poin pada sesi perdagangan kedua hari itu," jelas data yang diperoleh dari analisis perdagangan harian.