BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara resmi memberikan kepastian mengenai keberlangsungan operasional dua perusahaan otomotif besar asal Jepang di Indonesia. Hal ini terkait dengan isu adanya rencana relokasi fasilitas produksi mereka ke negara tetangga, Vietnam.

Kepastian ini mencakup dua entitas industri penting, yaitu PT JAI yang berlokasi di Pasuruan dan PT SAI yang berada di Mojokerto. Kemenperin menegaskan bahwa kedua perusahaan tersebut tidak akan memindahkan lini produksi mereka saat ini.

Keputusan ini sekaligus menjadi respons langsung terhadap berbagai kabar yang sebelumnya beredar luas di publik. Kabar tersebut menyebutkan bahwa kedua pabrikan otomotif Jepang tersebut akan tetap memindahkan sebagian lini produksi mereka ke Vietnam.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menjadi figur yang menyampaikan konfirmasi ini kepada publik. Febri menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dan langsung dengan jajaran manajemen kedua perusahaan tersebut.

Melalui komunikasi tersebut, Kemenperin berhasil mendapatkan jaminan tegas mengenai posisi investasi kedua perusahaan otomotif tersebut di Indonesia. Jaminan ini menepis spekulasi mengenai perpindahan basis produksi ke Vietnam.

"Kami yakin berdasarkan kontak kami dengan pihak dua perusahaan tersebut, bahwa mereka tidak akan melakukan relokasi fasilitas produksi dari Indonesia ke Vietnam saat ini," kata Febri Hendri Antoni Arief saat memberikan pernyataan di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Febri pada hari Selasa, tepatnya tanggal 30 Juni 2026. Hal ini memberikan titik terang bagi ekosistem industri otomotif nasional yang sempat dibayangi kekhawatiran tersebut.

Dikutip dari sumber berita terkait, langkah komunikasi proaktif dari Kemenperin ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga iklim investasi dan stabilitas industri manufaktur di dalam negeri.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Finance.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.