BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia secara resmi mengumumkan perubahan arah strategis dalam pengembangan sektor pariwisata nasional. Fokus kini tidak lagi semata-mata pada kuantitas kunjungan wisatawan, melainkan bergeser menuju peningkatan nilai ekonomi dari setiap kedatangan melalui konsep "quality tourism".
Program ini dirancang khusus untuk menarik segmen wisatawan yang memiliki daya beli tinggi. Tujuannya adalah agar setiap kunjungan wisatawan mancanegara memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi Indonesia.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menjelaskan bahwa "quality tourism" ini akan diarahkan untuk menjaring wisatawan dengan minat khusus. Segmen ini cenderung memiliki alokasi pengeluaran yang lebih besar selama mereka berlibur di Indonesia.
"Untuk meningkatkan dampak ekonomi dari setiap kunjungan wisatawan mancanegara, kami berupaya untuk menarik wisatawan berdaya beli tinggi melalui program pariwisata berkualitas," demikian disampaikan Widiyanti dalam konferensi pers mingguan Badan Komunikasi Republik Indonesia pada Rabu, 15 Juli 2026.
Strategi Kemenpar ini akan diwujudkan melalui pengembangan berbagai produk wisata yang berbasis pada minat khusus para wisatawan. Hal ini mencakup berbagai destinasi dan aktivitas yang dapat memenuhi preferensi unik mereka.
Produk-produk unggulan yang akan dikembangkan meliputi wisata kuliner (gastronomi), keindahan alam bahari (marine tourism), serta konsep pariwisata yang berfokus pada kesehatan dan kebugaran (wellness tourism). Selain itu, wastra (produk tekstil tradisional) dan seni serta desain (art and design) juga menjadi prioritas.
"Program ini merupakan pemanfaatan minat khusus sebagai daya tarik seperti gastronomi, marine atau bahari, wellness, wastra, serta art and design," ujar Menteri Widiyanti Putri Wardhana.
Perubahan fokus ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar, bukan hanya sekadar mengukur keberhasilan dari jumlah pengunjung semata.
Kemenpar percaya bahwa dengan menyasar wisatawan yang punya minat khusus dan daya beli tinggi, Indonesia dapat meningkatkan pendapatan per kapita wisatawan. Hal ini sejalan dengan visi untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar ekonomi bangsa yang kuat.