BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan alokasi anggaran signifikan untuk mendukung sektor pertanian di Provinsi Papua Selatan. Dana yang disiapkan mencapai total Rp1,33 triliun untuk pelaksanaan program pada tahun 2026 mendatang.

Alokasi dana besar ini secara spesifik ditujukan untuk mendukung percepatan modernisasi sektor pertanian di wilayah Papua Selatan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan berbagai indikator penting dalam produksi pangan daerah tersebut.

Program prioritas yang akan didukung dana ini meliputi peningkatan luas tanam, indeks pertanaman, produktivitas, serta capaian produksi secara keseluruhan. Selain itu, bantuan ini juga diharapkan mampu mendongkrak pendapatan para petani setempat.

Dua program utama yang menjadi fokus penyaluran bantuan ini adalah program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan inisiatif Optimalisasi Lahan (Oplah). Kedua program ini dirancang untuk memaksimalkan potensi lahan pertanian yang ada.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan langsung komitmen dukungan ini saat menghadiri kegiatan Gerakan Tanam di lapangan. Acara tersebut berlangsung di lahan Oplah dan CSR yang berlokasi di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke.

"Total bantuan untuk Papua Selatan tahun 2026 mencapai Rp1,33 triliun. Semua bantuan ini untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri kegiatan Gerakan Tanam di lahan Oplah dan CSR di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, mengutip keterangan pers Kementan, Senin (6/7/2026).

Bantuan yang digelontorkan mencakup spektrum yang luas dalam rantai produksi pertanian. Ini termasuk pembangunan infrastruktur dasar seperti lahan dan irigasi pertanian yang memadai.

Selain itu, Kementan juga akan memastikan ketersediaan sarana penunjang seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk, dan pestisida yang dibutuhkan petani. Dukungan juga diberikan untuk pengembangan berbagai komoditas seperti tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, termasuk sektor peternakan.

Menurut Menteri Amran, seluruh paket bantuan tersebut diarahkan untuk mencapai target strategis. Target ini meliputi peningkatan produktivitas pertanian secara signifikan, penguatan ketahanan pangan regional, serta mendorong transformasi menuju pertanian yang lebih modern di Papua Selatan.