BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintah Indonesia mendapatkan kabar baik terkait kelanjutan investasi dua perusahaan otomotif raksasa asal Jepang yang sebelumnya dikabarkan berencana meninggalkan Tanah Air. Keputusan ini menjadi angin segar bagi stabilitas industri manufaktur nasional, khususnya di sektor otomotif.

Dua perusahaan besar tersebut diketahui memiliki fasilitas produksi yang berlokasi di wilayah Jawa Timur. Kekhawatiran sempat muncul karena adanya wacana mereka akan memindahkan operasional produksinya ke Vietnam.

Kepindahan tersebut didasari oleh pertimbangan ekosistem industri mobil listrik yang dinilai lebih matang di negara tetangga. Hal ini menimbulkan kekhawatiran signifikan mengenai potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjadi pihak yang menyampaikan perkembangan terbaru mengenai isu krusial ini. Beliau juga diketahui sedang memimpin Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk khusus untuk menangani mitigasi PHK.

Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa berbagai pemangku kepentingan terkait telah segera diterjunkan ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan penanganan masalah ini. Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempertahankan investasi.

Perkembangan positif ini disampaikan oleh Prasetyo Hadi usai dirinya menghadiri sebuah rapat penting di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari Jumat, tanggal 26 Juni 2026. Momen tersebut menjadi penegasan atas upaya pemerintah.

"Alhamdulillah tadi dilaporkan oleh teman-teman di yang memang turun ke lapangan bahwa rencana perpindahan itu untuk sementara bisa ditunda, artinya tidak terjadi perpindahan ke Vietnam," beber Prasetyo usai rapat di DPR, Jumat (26/6/2026).

Keputusan penundaan ini memberikan jeda waktu bagi pemerintah dan perusahaan terkait untuk mencari solusi terbaik ke depan. Hal ini diharapkan dapat menjadi titik balik dalam dialog antara investor dan pemerintah mengenai pengembangan industri otomotif nasional.

Dilansir dari berbagai sumber, penundaan ini menunjukkan adanya hasil positif dari komunikasi intensif yang telah dilakukan oleh Satgas Mitigasi PHK dengan pihak manajemen kedua perusahaan otomotif tersebut.