BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025, ditandai dengan peningkatan laba bersih yang signifikan. Pencapaian ini menunjukkan efisiensi operasional perusahaan di tengah dinamika pasar energi yang selalu berubah.

Secara rinci, laba bersih konsolidasian perusahaan mencapai angka US$3,35 miliar pada tahun 2025. Angka ini setara dengan total Rp55,2 triliun dalam mata uang Rupiah.

Peningkatan ini merupakan kabar baik karena laba bersih tersebut mengalami kenaikan sekitar 7% jika dibandingkan dengan capaian laba bersih pada Tahun Buku 2024. Pada tahun sebelumnya, laba bersih Pertamina tercatat sebesar US$3,13 miliar.

Meskipun laba meningkat, pendapatan Pertamina sepanjang tahun 2025 justru menunjukkan sedikit koreksi ke bawah. Pendapatan perusahaan tercatat sebesar US$70,89 miliar, atau setara dengan Rp1.167,9 triliun.

Penurunan pendapatan ini merepresentasikan kontraksi sebesar 5,9% dari total pendapatan yang dibukukan pada tahun 2024, yakni sebesar US$75,33 miliar.

Faktor lain yang mendukung kinerja perusahaan adalah perolehan EBITDA yang juga menunjukkan tren positif. EBITDA Pertamina tahun lalu mencapai US$11,43 miliar, atau sekitar Rp188,33 triliun.

Angka EBITDA tersebut merupakan kenaikan sebesar 5,9% dibandingkan dengan realisasi EBITDA pada tahun 2024 yang sebelumnya tercatat sebesar US$10,79 miliar.

Selain kinerja keuangan internal, kontribusi Pertamina kepada negara juga tercatat sangat besar melalui berbagai setoran. Perusahaan pelat merah ini menyetorkan dana melalui pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta dividen yang totalnya mencapai Rp360,76 triliun.

Di sisi investasi, Pertamina merealisasikan belanja modal yang signifikan untuk pengembangan infrastruktur di dalam negeri. Perseroan mencatat telah merealisasikan investasi sekitar US$5,9 miliar, atau setara dengan Rp97,20 triliun.