BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintah Indonesia tengah menggodok rencana strategis besar untuk mengonsolidasikan seluruh entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor logistik. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi dan daya saing yang lebih kuat di pasar domestik maupun internasional.
Keputusan strategis ini menempatkan PT Pos Indonesia (Persero) sebagai perusahaan induk atau holding company utama dalam struktur korporasi logistik nasional. Penunjukan ini menandakan peran sentral Pos Indonesia dalam mengelola dan mengintegrasikan aset logistik BUMN lainnya.
Pada fase awal implementasi rencana besar ini, direncanakan akan ada tujuh perusahaan BUMN yang akan dileburkan dan bergabung di bawah payung holding tersebut. Proses integrasi ini akan dimulai dengan penggabungan entitas-entitas yang sudah ada di ekosistem logistik nasional.
Salah satu langkah konkret dalam pembentukan holding ini adalah penggabungan tujuh perusahaan ke dalam entitas PT Multi Terminal Indonesia (MTI). MTI akan menjadi fokus utama konsolidasi awal sebelum entitas induk resmi terbentuk sepenuhnya.
Tujuh perusahaan yang akan terlibat dalam struktur konsolidasi tahap awal ini mencakup beberapa nama besar di industri logistik dan kepelabuhanan. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menyatukan kekuatan dari berbagai lini bisnis logistik.
Di antara tujuh perusahaan tersebut, terdapat PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL), yang mana keduanya saat ini berada di bawah naungan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Integrasi ini akan memperkuat portofolio layanan MTI di bawah struktur holding yang baru.
Selain itu, PT Pos Logistik Indonesia (Poslog), yang merupakan anak usaha dari PT Pos Indonesia, juga akan masuk dalam konsolidasi ini. Keikutsertaan Poslog menunjukkan sinergi antara layanan pos tradisional dan logistik modern yang dikelola oleh induknya.
Entitas lain yang turut serta adalah PT Sarana Bandar Logistik (SBL) yang sahamnya dimiliki oleh PT Pelni, serta PT KBN Prima Logistik (KPL) yang sahamnya dikuasai oleh Danareksa. Penggabungan ini akan menciptakan jaringan logistik yang lebih terintegrasi secara vertikal.
Dilansir dari sumber terkait, rencana ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menata ulang aset negara guna meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional. Hal ini akan memastikan bahwa layanan logistik berjalan lebih mulus dan terkoordinasi.