BISNIS.HOTNEWS.ID - Dewan Energi Nasional (DEN) mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret terkait rencana strategis ekspor listrik ramah lingkungan ke Singapura. Prioritas utama saat ini adalah percepatan pembangunan infrastruktur pendukung yang sangat vital bagi kelancaran proyek ini.
Proyeksi waktu yang semakin mepet menjadi alasan utama mengapa percepatan pembangunan infrastruktur jaringan transmisi dianggap sangat krusial. Jaringan ini merupakan fondasi awal yang memerlukan durasi pengerjaan yang tidak sebentar untuk dapat beroperasi secara efektif.
Anggota DEN, Sripeni Inten Cahyani, menekankan pentingnya tindakan nyata dari pemerintah demi mengejar target waktu yang telah ditetapkan. Keterlambatan dalam inisiasi pembangunan infrastruktur dapat mengancam seluruh jadwal proyek ekspor energi ini.
"Langkah awal yang harus dilakukan pemerintah adalah membangun jaringan transmisi karena ini perlu waktu," ujar Sripeni saat dihubungi pada hari Rabu, 8 Juli 2026. Pernyataan ini menyoroti urgensi memulai konstruksi fisik secepatnya.
Pembangunan transmisi ini bukan hanya sekadar masalah teknis, tetapi juga menyangkut jadwal yang ketat. Waktu yang tersedia untuk menyelesaikan infrastruktur pendukung ini sangat terbatas, menuntut respons cepat dari otoritas terkait.
Lebih lanjut, Sripeni mengingatkan bahwa proyek strategis berskala internasional ini juga harus mampu memberikan manfaat signifikan bagi kepentingan nasional. Dampak positif harus terasa nyata pada ketahanan energi domestik dan pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa proses ekspor tidak boleh mengorbankan kebutuhan energi dalam negeri. Keseimbangan antara memanfaatkan potensi ekspor dan mengamankan pasokan domestik menjadi pertimbangan penting dalam implementasi proyek ini.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, desakan ini muncul dari Jakarta, mencerminkan kekhawatiran para pemangku kepentingan energi mengenai potensi hambatan birokrasi atau keterlambatan konstruksi fisik.
Proyek ekspor listrik hijau ini diharapkan menjadi lompatan besar dalam kontribusi Indonesia terhadap energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara. Namun, kesuksesan tersebut sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukungnya.