BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini menyampaikan optimisme mengenai kondisi perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global. Hal ini disampaikannya saat memberikan kuliah umum di luar negeri, menegaskan bahwa mesin pertumbuhan domestik saat ini berada dalam kondisi prima.

Pernyataan kunci tersebut disampaikan Purbaya saat berada di Nankai University, Tianjin, China. Kunjungan ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memaparkan capaian ekonominya kepada audiens internasional, khususnya di bidang akademik.

Fokus utama paparan Purbaya adalah bagaimana Indonesia mampu mempertahankan stabilitas meskipun banyak negara lain sedang menghadapi tekanan berat. Tekanan tersebut meliputi ketegangan geopolitik, ketidakpastian di pasar keuangan, serta isu gangguan pasokan energi global.

Menurut Menteri Keuangan, fondasi utama yang menopang ketahanan ekonomi nasional adalah pengelolaan fiskal yang sehat serta disiplin anggaran yang diterapkan pemerintah. Disiplin ini terbukti mampu membangun perisai terhadap guncangan eksternal yang terjadi.

Purbaya menyoroti data pertumbuhan yang impresif, di mana ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,61% secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini menempatkannya di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara anggota G20 maupun kawasan ASEAN.

"Indonesia terus tampil menonjol dengan pertumbuhan PDB Kuartal I-2026 sebesar 5,61% yoy, mengungguli banyak negara ekonomi G20 dan ASEAN. Di saat yang sama, kami mempertahankan stabilitas harga dengan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08%,” kata Purbaya, Sabtu (20/6/2026).

Selain pertumbuhan yang tinggi, stabilitas harga dalam negeri juga berhasil dijaga dengan baik. Data menunjukkan inflasi domestik pada bulan Mei 2026 berhasil ditekan dan tetap terkendali pada level 3,08%.

Kombinasi antara pertumbuhan yang kuat dan tingkat inflasi yang relatif rendah ini menjadi bukti nyata ketahanan fundamental ekonomi Indonesia saat ini. Hal ini memperkuat narasi positif di mata para pengamat ekonomi global.

Lebih lanjut, Purbaya meyakini bahwa stabilitas makroekonomi yang terjaga ini secara langsung meningkatkan kepercayaan investor terhadap kredibilitas kebijakan yang selama ini dijalankan oleh pemerintah Indonesia.