BISNIS.HOTNEWS.ID - Tahap baru dalam pengembangan industri nikel terintegrasi di Morowali, Sulawesi Tengah, telah tercapai dengan tibanya autoclave, komponen utama dalam proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi. Kedatangan alat raksasa ini menandai kemajuan signifikan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk hilirisasi industri nikel.

Proyek HPAL Sambalagi ini merupakan pilar penting dalam upaya Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya mineralnya. Lebih dari sekadar pengolahan bahan mentah, inisiatif ini berfokus pada pembangunan ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang komprehensif.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa proyek HPAL Sambalagi menjadi bukti nyata kemajuan hilirisasi di tanah air. Proyek ini dirancang untuk tidak hanya menciptakan nilai tambah mineral, tetapi juga untuk membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari proyek ini adalah menciptakan industri yang berdaya saing tinggi dan bersifat berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi jangka panjang Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok global kendaraan listrik.

"Sambalagi HPAL menetapkan standar baru, bukan sekadar mengikuti standar yang sudah ada," ujar Rosan Perkasa Roeslani dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 24 Juli 2026. Pernyataan ini menekankan ambisi proyek untuk menjadi tolok ukur dalam industri pengolahan nikel.

Lebih lanjut, Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan bahwa proyek ini merupakan manifestasi kolaborasi internasional yang kuat. "Proyek ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok dapat berjalan selaras dengan kepentingan nasional," lanjutnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mewujudkan kedaulatan sumber daya alam Indonesia. Selain itu, proyek ini juga diharapkan membuka banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

"Pembangunan ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Rosan Perkasa Roeslani. Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan manfaat ekonomi dari hilirisasi dirasakan langsung oleh rakyat.

Dikutip dari keterangan pers, dengan tibanya autoclave, proses produksi diharapkan dapat segera ditingkatkan. Hal ini akan mempercepat realisasi target hilirisasi dan penguatan posisi Indonesia dalam industri baterai global.