BISNIS.HOTNEWS.ID - Kini, industri pengemasan di Indonesia menghadapi tuntutan ganda yang semakin kuat dari konsumen. Selain harus aman bagi kesehatan, kemasan juga dituntut untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.

Tuntutan ini menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan Print and Pack Symposium edisi kedua yang baru saja digelar. Acara bergengsi ini berlangsung di kota Surabaya, Jawa Timur, sebagai wadah diskusi industri.

Simposium tersebut mengusung tema sentral "Harmonizing Technology and Process to Drive Packaging Productivity". Tema ini menekankan pentingnya menyelaraskan teknologi dan proses produksi kemasan.

Salah satu pembahasan krusial adalah mengenai material kemasan berbasis serat kayu, khususnya paperboard. Material ini dinilai menjadi tulang punggung penting bagi berbagai sektor industri.

Paperboard kini menjadi pilihan andalan, tidak hanya untuk sektor makanan dan minuman (F&B), tetapi juga untuk kemasan premium. Aplikasi material ini meluas hingga ke industri kosmetik dan farmasi.

Para pelaku industri yang hadir dalam simposium tersebut turut mendiskusikan aspek sinkronisasi seluruh elemen produksi. Hal ini mencakup berbagai tahapan yang saling berkaitan erat dalam rantai pasok kemasan.

"Meningkatnya kesadaran masyarakat akan isu keberlanjutan mendorong industri pengemasan (packaging) di Indonesia untuk berbenah," demikian disampaikan dalam salah satu sesi diskusi.

Selain pemilihan material kertas kemasan (paperboard), para pakar menekankan pentingnya faktor lain seperti penggunaan tinta dan lapisan pelindung (coating). Elemen-elemen ini sangat menentukan kualitas akhir produk.

Lebih lanjut, efektivitas teknologi mesin yang digunakan serta ketepatan proses finishing turut dibahas sebagai poin krusial. Keseluruhan proses ini harus selaras demi mendongkrak produktivitas kemasan secara keseluruhan.