BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN tengah menggarap sebuah proyek besar untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah-wilayah terpencil di Indonesia. Proyek ini dikenal sebagai Listrik Desa (Lisdes) dan memiliki target yang sangat signifikan.
Target utama PLN adalah berhasil mengalirkan listrik ke 10.068 lokasi baru yang tersebar di seluruh nusantara. Periode pelaksanaan untuk mencapai target ambisius ini ditetapkan dalam kurun waktu lima tahun, yaitu dari tahun 2025 hingga 2029 mendatang.
Inisiatif strategis ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung yang diberikan oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan pemerataan akses energi dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Hal ini disampaikan langsung oleh VP Perencanaan Listrik Desa Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara (Sulmapana) PLN, Juli Sasmiharto. Beliau memberikan keterangan ini saat mengikuti sebuah seminar daring yang diselenggarakan baru-baru ini.
"Di roadmap ada 10.068 lokasi yang menjadi target sampai 2029 yang harus kita aliri listrik. Ini berdasarkan permintaan Presiden [Prabowo] tahun lalu," ungkap Juli Sasmiharto.
Sebelumnya, PLN juga telah menunjukkan capaian positif dalam upaya elektrifikasi di wilayah yang sulit dijangkau. Salah satu keberhasilan yang disebutkan adalah penyelesaian proyek listrik di 128 lokasi yang berada di wilayah Papua.
"Sebelumnya, di Papua itu ada 128 lokasi yang bisa kita selesaikan," tambah Juli Sasmiharto, menegaskan rekam jejak PLN dalam menangani tantangan geografis.
Metode utama yang akan diterapkan PLN untuk menjangkau 10.068 lokasi tersebut adalah melalui pembangunan grid extension. Metode ini merupakan strategi perluasan jaringan listrik yang sistematis dan terencana.
Grid extension bertujuan untuk menghubungkan desa-desa terpencil ke dalam jaringan transmisi dan distribusi listrik nasional yang sudah ada. Cara ini dianggap efektif untuk menjamin stabilitas pasokan energi dalam jangka panjang.