BISNIS.HOTNEWS.ID - Kesiapan Indonesia untuk bersaing di panggung finansial internasional sangat bergantung pada fondasi reputasi yang kokoh. Hal ini menjadi sorotan utama dalam diskusi di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dipandang memiliki potensi besar, namun pencapaiannya akan sangat dipengaruhi oleh citra positif yang berhasil dibangun di mata pelaku pasar global.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, menyampaikan pandangannya mengenai elemen krusial yang perlu diperhatikan. Ia menggarisbawahi bahwa daya tarik utama bagi investor kelas dunia bukanlah semata-mata potensi ekonomi, melainkan reputasi yang terpercaya.

"Reputasi positif akan menjadi daya tarik utama bagi investor internasional," ujar Mohamad Hekal.

Menurut pandangannya, membangun dan menjaga reputasi yang baik adalah langkah fundamental yang harus diprioritaskan oleh otoritas yang mengelola PFII.

Kredibilitas dan kepercayaan yang terbangun akan membuka pintu lebih lebar bagi masuknya investasi dalam skala besar yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, penekanan ini muncul dari Fraksi Gerindra yang diwakili oleh Mohamad Hekal dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR RI.

Proses membangun reputasi ini tentu membutuhkan strategi yang matang dan konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan, sehingga citra Indonesia sebagai destinasi investasi yang aman dan menguntungkan dapat terwujud.

Pencapaian reputasi global yang gemilang akan menjadi modal berharga bagi Indonesia dalam mewujudkan ambisinya sebagai pusat finansial internasional yang diperhitungkan di tingkat dunia.