BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Unilever Indonesia Tbk. baru saja mengumumkan hasil kinerja keuangan yang mengesankan untuk periode paruh pertama tahun 2026. Perusahaan mencatat pertumbuhan positif pada penjualan domestik dan laba dari Operasi Berkelanjutan, yang tidak termasuk Bisnis Teh SariWangi.
Kinerja positif ini menandai pencapaian kuartal keempat berturut-turut bagi Perseroan, menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam upaya memperkuat fundamental bisnisnya. Hal ini juga sejalan dengan target pertumbuhan jangka panjang yang telah ditetapkan.
"Kinerja semester pertama 2026 mencerminkan hasil positif dari upaya kami memperkuat fundamental bisnis," ujar Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap. Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ini didukung oleh eksekusi yang semakin baik di pasar.
Benjie Yap menjelaskan lebih lanjut mengenai keberhasilan tersebut. "Kami berhasil mencatatkan pertumbuhan positif baik pada penjualan maupun laba, didukung oleh pertumbuhan volume yang kuat," jelasnya dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Selasa, 28 Juli 2026.
Pertumbuhan ini secara spesifik merujuk pada periode semester pertama tahun 2026. Angka penjualan bersih yang berhasil diraih mencapai Rp 16,9 triliun.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, mengukuhkan tren positif perusahaan. Keberhasilan ini merupakan hasil dari berbagai strategi dan eksekusi yang dijalankan oleh tim Unilever Indonesia.
Operasi Berkelanjutan, yang menjadi fokus utama dalam laporan keuangan kali ini, menunjukkan performa yang solid. Namun, perlu dicatat bahwa Bisnis Teh SariWangi tidak termasuk dalam perhitungan laba yang dilaporkan.
Keberhasilan ini dicatat oleh PT Unilever Indonesia Tbk., sebuah entitas yang beroperasi di pasar domestik Indonesia. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Indonesia, tempat aktivitas operasional dan strategis utama dilakukan.
Peristiwa penting ini terjadi pada semester pertama tahun 2026. Pengumuman hasil kinerja tersebut disampaikan pada hari Selasa, 28 Juli 2026.