BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengemukakan sebuah terobosan baru yang berpotensi memberikan keuntungan finansial signifikan bagi para petani di Indonesia. Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) disebut-sebut sebagai kunci utama dalam merealisasikan peningkatan pendapatan petani.

Inisiatif ini berfokus pada pemangkasan rantai pasok dalam sektor pertanian. Selama ini, proses distribusi komoditas pertanian melibatkan banyak perantara yang berujung pada rendahnya harga jual bagi petani.

Menurut Menteri Amran, rata-rata rantai distribusi komoditas pertanian saat ini mencapai delapan mata rantai. Hal ini menimbulkan efisiensi yang rendah dan mengurangi margin keuntungan yang diterima oleh petani.

Namun, dengan adanya Kopdes Merah Putih, struktur distribusi ini diharapkan dapat disederhanakan secara drastis. Pemangkasan ini akan menciptakan jalur yang lebih efisien dari produsen hingga konsumen akhir.

"Ini koperasi sebenarnya kalau sektor pertanian, ini adalah fungsi utamanya memotong supply chain rantai pasok," ujar Amran di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Lebih lanjut, Menteri Amran menjelaskan bahwa rantai pasok yang tadinya delapan mata rantai akan dipangkas menjadi hanya tiga mata rantai saja. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk pertanian.

"Itu dari delapan menjadi tiga. Tiga itu dari petani ke koperasi, koperasi ke masyarakat," jelas Amran mengenai skema distribusi yang baru.

Dengan pemangkasan rantai pasok ini, diperkirakan petani dapat menikmati keuntungan senilai lebih dari Rp 200 triliun. Angka fantastis ini menunjukkan dampak besar dari efisiensi distribusi yang ditawarkan oleh Kopdes Merah Putih.

Keuntungan ini akan langsung mengalir ke kantong petani karena pengurangan biaya perantara dan potensi peningkatan harga jual yang lebih baik.