BISNIS.HOTNEWS.ID - Gelombang ketidakpuasan publik kini menghantam pemerintahan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menyusul serangkaian gempa bumi yang mengguncang negara tersebut pada pekan lalu. Situasi ini memicu pergeseran prioritas di kalangan masyarakat Venezuela.
Peristiwa alam tersebut menjadi pemicu utama meningkatnya tekanan politik yang dihadapi oleh kepemimpinan saat ini. Dampak gempa rupanya memperburuk persepsi publik terhadap kinerja pemerintah dalam menghadapi krisis.
Menurut survei terbaru dari AtlasIntel yang dilaksanakan untuk Bloomberg News, tingkat ketidakpuasan terhadap kinerja Rodríguez telah mencapai angka signifikan pada bulan Juni. Angka ketidakpuasan tersebut tercatat sebesar 63,3% pada periode 26–30 Juni.
Peningkatan ketidakpuasan ini menunjukkan tren kenaikan yang cukup tajam, di mana terjadi peningkatan hampir lima poin persentase dibandingkan dengan hasil survei yang dilakukan pada bulan Mei sebelumnya. Hal ini terjadi tepat setelah bencana gempa bumi melanda wilayah tersebut.
Mayoritas warga Venezuela kini secara eksplisit menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap cara pemerintah menangani dampak bencana gempa bumi yang terjadi. Hampir dua pertiga responden survei mengungkapkan pandangan negatif ini.
Lebih lanjut, data survei menunjukkan bahwa sekitar 52,4% dari responden memberikan penilaian yang sangat rendah terhadap respons pemerintah terhadap guncangan bumi tersebut. Mereka menilai respons tersebut "sangat buruk" dalam penanganan darurat.
Ironisnya, krisis pascabencana ini justru mendorong warga untuk memprioritaskan perubahan politik daripada pemulihan infrastruktur. Sebanyak 45,7% responden survei menyatakan bahwa memilih presiden baru merupakan prioritas utama mereka saat ini.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan persentase warga yang masih berpegang pada pemulihan fisik. Hanya 32,6% responden yang berpendapat bahwa pembangunan kembali wilayah yang terdampak harus menjadi fokus utama pemerintah saat ini.
Dilansir dari Bloomberg News, disebutkan bahwa "Hampir separuh warga Venezuela kini menilai penyelenggaraan pemilihan presiden baru lebih mendesak dibandingkan upaya rekonstruksi pascabencana." Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran fokus masyarakat dari isu teknis ke isu politik fundamental.