BISNIS.HOTNEWS.ID - Kabar duka menyelimuti Qatar dengan wafatnya mantan Emir, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, pada usia 74 tahun. Beliau dikenal luas sebagai tokoh sentral di balik transformasi pesat Qatar menjadi salah satu negara terkaya di dunia.
Wafatnya beliau terjadi pada pagi hari, 12 Juli. Informasi ini disampaikan secara resmi oleh Amiri Diwan, kantor pemerintahan Qatar, melalui sebuah unggahan di platform X.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas Qatar belum merilis keterangan mengenai penyebab pasti kepergian mantan pemimpin negara tersebut.
Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani naik tahta pada tahun 1995 melalui sebuah kudeta yang dilaporkan berjalan tanpa pertumpahan darah. Beliau berhasil menggulingkan sang ayah dari kekuasaan.
Selama 18 tahun memimpin, Sheikh Hamad secara damai menyerahkan estafet kepemimpinan kepada putranya, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Periode pemerintahannya menjadi saksi bisu kebangkitan Qatar.
Di bawah kepemimpinannya, Qatar mengalami lonjakan luar biasa. Negara ini bertransformasi dari sekadar pengekspor perdana gas alam cair (LNG) pada tahun 1996 menjadi pemain utama di pasar global.
Kekayaan yang dihasilkan dari sektor migas dimanfaatkan secara strategis untuk memperluas pengaruh Qatar di kancah internasional. Selain itu, kesejahteraan rakyat menjadi prioritas utama.
Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Qatar turut menyampaikan rasa dukacita mendalam atas kepergian mantan Emir. Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan melalui media sosial.
"Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, mantan emir Qatar yang mengubah negaranya menjadi salah satu negara terkaya di dunia, meninggal dunia pada usia 74 tahun," demikian kutipan dari Bloomberg.