• BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melaporkan bahwa industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya berhasil menduduki posisi teratas dalam realisasi investasi. Sektor ini mencatatkan angka fantastis sebesar Rp150,4 triliun pada semester pertama tahun 2026.

Menteri Investasi dan Hilirisasi merangkap Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa capaian investasi ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia. Kinerja tersebut tetap selaras dengan target pemerintah meskipun dunia tengah menghadapi berbagai tantangan geopolitik dan geoekonomi.

"Kinerja investasi masih selaras dengan target yang ditetapkan pemerintah," ujar Rosan Roeslani.

Secara rinci, lima besar subsektor realisasi investasi gabungan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) diungkapkan oleh Rosan. Industri logam dasar memimpin dengan Rp150,4 triliun atau 14,9 persen dari total realisasi.

Di urutan kedua adalah sektor jasa lainnya yang berhasil menarik investasi sebesar Rp114 triliun, diikuti oleh sektor pertambangan dengan nilai Rp105 triliun. Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi menempati posisi keempat dengan Rp102,7 triliun.

Posisi kelima ditempati oleh sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran yang mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp85,8 triliun. Kelima sektor ini menunjukkan geliat ekonomi yang positif di paruh pertama tahun 2026.

Total realisasi investasi di Indonesia pada semester I-2026 berhasil menembus angka Rp1.010,6 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 7,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu semester I-2025.

Pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp2.041,3 triliun untuk keseluruhan tahun 2026. Capaian semester pertama ini menjadi fondasi kuat untuk mencapai target tahunan tersebut.

Rosan Roeslani juga merinci pembagian realisasi investasi antara PMDN dan PMA. Penanaman modal dalam negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp502,9 triliun, yang setara dengan 49,8 persen dari total.