BISNIS.HOTNEWS.ID - Jalur pelayaran di selatan Selat Hormuz dilaporkan tetap terbuka pada hari Minggu, meskipun Iran sebelumnya mengumumkan penutupan jalur air strategis tersebut. Pengumuman ini datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Teheran.

Pusat Informasi Maritim Gabungan memberikan catatan bahwa jalur di sepanjang garis pantai Oman masih tersedia untuk lalu lintas kapal. Mereka juga menginformasikan kepada para pelaut mengenai situasi terkini.

Kelompok penasihat maritim tersebut menggambarkan tingkat ancaman di selat tersebut masih berada pada level "parah". Para pelaut diingatkan untuk bersiap menghadapi komunikasi radio dengan pasukan angkatan laut yang beroperasi di area tersebut.

Selain itu, para pelaut juga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya ranjau laut yang mungkin ada. Hal ini merupakan imbauan demi keselamatan pelayaran.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengizinkan kapal apa pun untuk melewati selat tersebut. Keputusan ini diambil hingga campur tangan asing di wilayah tersebut berakhir.

Iran menuduh Amerika Serikat berupaya menciptakan gangguan di kawasan tersebut. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap eskalasi ketegangan yang terjadi.

Pasukan Amerika dilaporkan menyerang Iran untuk ketiga kalinya dalam sepekan. Serangan ini terjadi setelah sebuah kapal kontainer berbendera Siprus dihantam sembilan mil laut dari pantai Oman.

Insiden tersebut menyebabkan kebakaran di kapal kontainer dan memaksa awak kapal untuk segera meninggalkan kapal demi keselamatan mereka. Kejadian ini menambah kekhawatiran akan keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.

"Jalur di sepanjang garis pantai Oman masih tersedia untuk transit," demikian catatan dari Pusat Informasi Maritim Gabungan.