BISNIS.HOTNEWS.ID - Pasar saham Indonesia saat ini tengah dilanda tekanan hebat, tercermin dari pelemahan tajam pada indeks LQ45 yang berisi saham-saham paling likuid. Indeks ini tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar 27,85% sejak awal tahun atau year-to-date (ytd).

Kondisi pelemahan pasar ini dipicu oleh beberapa faktor eksternal dan internal yang kuat. Arus keluar dana asing yang deras atau net sell menjadi salah satu penyebab utama, mengindikasikan adanya kekhawatiran investor terhadap prospek pasar domestik.

Selain itu, tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut memberikan sentimen negatif. Ketidakpastian global ini seringkali berdampak pada pasar keuangan, termasuk bursa saham Indonesia.

Faktor krusial lainnya yang berkontribusi pada pelemahan ini adalah depresiasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Pelemahan rupiah dapat memicu inflasi dan mengurangi daya beli, yang berdampak pada kinerja perusahaan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bloomberg pada Selasa, 28 Juli 2026, hanya sembilan saham dari konstituen LQ45 yang berhasil memberikan imbal hasil positif di tengah kondisi pasar yang menantang. Angka ini menunjukkan betapa sulitnya pasar saham Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Hingga perdagangan Sesi II siang hari ini, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan kenaikan tertinggi di antara saham LQ45. Saham ini berhasil menguat sebesar 43,79% year-to-date, menjadi sorotan utama di tengah pelemahan mayoritas saham lainnya.

"Hanya sembilan saham konstituen LQ45 yang masih memberikan return positif sejak awal tahun," ujar seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya, mengutip data Bloomberg.

Selanjutnya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menempati posisi kedua dengan penguatan sebesar 35,42% year-to-date. Performa saham ADRO dan AADI menunjukkan ketahanan sektor energi atau komoditas dalam menghadapi gejolak pasar.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 24,42%. Disusul oleh PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang melesat 18,48%, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang tumbuh 16,35% year-to-date.