BISNIS.HOTNEWS.ID - Apa yang terjadi pada pergerakan nilai tukar mata uang Garuda? Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengalami pelemahan signifikan hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan hari Senin.

Kapan momen krusial ini terjadi? Peristiwa penting ini tercatat pada Senin, 6 Juli 2026, tepatnya pada pukul 13:55 WIB, saat perdagangan pasar spot berlangsung.

Di mana titik pelemahan tersebut terkonfirmasi? Pada waktu tersebut, tercatat bahwa kurs dolar AS menyentuh ekuivalen Rp18.005 di pasar valuta asing domestik.

Bagaimana dampaknya terhadap posisi rupiah? Mata uang nasional menunjukkan depresiasi sebesar 0,28% jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan pada akhir pekan sebelumnya.

Bagaimana situasi rupiah di pasar internasional? Sentimen negatif juga terlihat pada pasar luar negeri, di mana kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) tenor sebulan berada di angka Rp18.043 per dolar AS pada pukul 13:49 WIB.

Mengapa rupiah mengalami tekanan kuat? Tekanan tersebut terjadi karena menguatnya posisi dolar AS yang secara global terlihat menekan mata uang di kawasan Asia.

Bagaimana pergerakan dolar AS secara umum? Pada pukul 13:40 WIB, Dollar Index, indikator posisi dolar terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat menguat 0,17% menjadi 101,033.

Apa yang dialami mata uang Asia lainnya? Rupiah terbenam di zona merah bersama dengan mata uang utama lainnya di Benua Kuning, menunjukkan adanya sentimen pelemahan regional yang sama.

Mata uang Asia mana saja yang ikut melemah? Mata uang lain yang terpantau melemah meliputi Yen Jepang, Yuan China, Rupee India, Won Korea Selatan, Dolar Taiwan, Baht Thailand, Ringgit Malaysia, Dolar Singapura, dan Peso Filipina.