BISNIS.HOTNEWS.ID - Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali dilanda serangan dahsyat semalam, yang diklaim oleh pejabat Ukraina sebagai rentetan rudal balistik terbesar sejak invasi Rusia dimulai lebih dari empat tahun lalu.
Serangan ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, dengan setidaknya satu warga sipil dilaporkan tewas akibat gempuran tersebut. Kejadian ini menambah daftar panjang korban dalam konflik yang masih berlangsung.
Pihak Ukraina menyatakan bahwa Rusia melepaskan sekitar empat lusin rudal balistik dalam serangan yang disebut sebagai "teroris brutal" terhadap Kyiv. Pernyataan ini disampaikan melalui platform media sosial X.
"Rusia melepaskan jumlah rudal balistik terbesar sejak dimulainya perang — sekitar empat lusin — dalam serangan teroris brutal di ibu kota Ukraina," ujar Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha di X. Ia menambahkan, "Kita membutuhkan tekanan dahsyat pada Moskow untuk mengakhiri teror ini."
Selain korban tewas, sebanyak 16 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi di ibu kota Ukraina dan wilayah sekitarnya. Informasi ini disampaikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
"Sebanyak 16 orang lainnya terluka dalam serangan semalam di ibu kota Ukraina dan wilayah sekitarnya," kata Presiden Volodymyr Zelenskyy di X. Beliau menekankan pentingnya perlindungan terhadap serangan rudal.
Presiden Zelenskyy juga menyoroti bahwa perlindungan terhadap rudal balistik menjadi prioritas utama dan konstan bagi negaranya saat ini. Kebutuhan akan pesawat pencegat sangat mendesak setiap harinya.
"Perlindungan terhadap rudal balistik adalah prioritas utama dan konstan kami saat ini," ujar Presiden Zelenskyy. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang merespons kesepakatan dengan serius dan memastikan pengiriman kemampuan anti-balistik.
Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung lama, menimbulkan kekhawatiran internasional mengenai keamanan warga sipil dan stabilitas di kawasan tersebut.