BISNIS.HOTNEWS.ID - Harga minyak dunia menunjukkan tren kenaikan signifikan pasca pernyataan kelompok militan Houthi yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal tanker milik Arab Saudi di Laut Merah. Insiden ini menambah eskalasi konflik di Timur Tengah dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi.
West Texas Intermediate (WTI) terpantau melonjak hingga 1,3 persen, melampaui angka US$87 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis Brent mengalami lonjakan tajam, menembus level di atas US$95 dalam perdagangan pasca-penyelesaian.
Kelompok Houthi mengklaim telah menargetkan kedua kapal tanker tersebut menggunakan rudal dan drone. Menurut mereka, serangan ini merupakan respons atas pelanggaran blokade yang diberlakukan oleh pihak Houthi di wilayah Laut Merah.
Kelompok pemberontak tersebut secara spesifik mengidentifikasi kapal tanker yang menjadi sasaran adalah Encelia dan Layla. Pernyataan ini disampaikan oleh pihak Houthi sebagai dasar dari tindakan mereka.
UK Maritime Trade Operations (UKMTO) mengkonfirmasi adanya insiden di kawasan barat daya Al Shuqaiq, Arab Saudi. Sebuah kapal dilaporkan terkena serangan yang menyebabkan terjadinya kebakaran di dalamnya.
UKMTO tidak memberikan identifikasi detail mengenai kapal yang menjadi korban serangan tersebut. Informasi yang disampaikan hanya terbatas pada lokasi dan dampak fisik yang terjadi.
Menurut Kanoko Matsuyama dan Will Kubzansky dari Bloomberg News, kenaikan harga minyak ini merupakan imbas langsung dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Serangan tersebut secara langsung mengancam kelancaran distribusi minyak global.
"Harga minyak naik setelah militan Houthi yang didukung Iran mengatakan menargetkan dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah, meningkatkan konflik Timur Tengah dan mengancam gangguan pasokan yang lebih dalam," demikian dilaporkan oleh Kanoko Matsuyama dan Will Kubzansky dari Bloomberg News.
Dikutip dari Bloomberg News, kelompok Houthi menyatakan bahwa serangan terhadap kapal tanker tersebut dilakukan karena kapal-kapal itu melanggar blokade yang diberlakukan di Laut Merah.