BISNIS.HOTNEWS.ID - Menjelang akhir pekan lalu, sebuah pertemuan penting terjadi antara jajaran pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Kunjungan ini melibatkan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta pejabat utama Markas Besar Polri.

Rombongan Polri dilaporkan tiba di Markas Besar TNI, Cilangkap, pada siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB. Pertemuan ini menjadi momen strategis untuk memperkuat hubungan antar kedua institusi penjaga kedaulatan bangsa tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya disambut oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Turut hadir pula sejumlah pejabat utama di lingkungan Mabes TNI, menunjukkan sinyal kerja sama yang solid.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh para Kepala Staf Angkatan, termasuk Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono, serta Wakil Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pentingnya soliditas antara TNI dan Polri. Ia menekankan bahwa kedua institusi merupakan pilar utama dalam menjaga kedaulatan negara dan memiliki tanggung jawab untuk senantiasa menjaga kekompakan.

"Tentunya menyambung apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden, bahwa TNI-Polri sebagai pilar utama penjaga kedaulatan bangsa. Yang tentunya, kita memiliki kewajiban untuk terus terjaga agar TNI-Polri tetap solid," ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa kekompakan antara TNI dan Polri memiliki peran fundamental. Sinergi yang kuat menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan berbagai program dan kebijakan yang digulirkan oleh pemerintah.

Kunjungan strategis ini diketahui terjadi setelah adanya dinamika yang berkembang antara Polri dan Kejaksaan Agung menjelang akhir pekan. Perkembangan tersebut sempat menimbulkan perhatian publik terkait penanganan perkara hukum.

Momen pertemuan ini menjadi penanda pentingnya komunikasi dan koordinasi yang intensif antar lembaga penegak hukum dan pertahanan negara. Penguatan sinergi diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi stabilitas dan keamanan nasional.